P2TP2A Masih Kekurangan Psikolog

  • Whatsapp

TIMIKA– P2TP2A Mimika dalam melakukan pendampingan terhadap korban kekerasan, masih membutuhkan tambahan psikolog dan ahli hukum.

Hal itu disampaikan Koordinator P2TP2A Mimika, Andarias Nauw, SH yang ditemui Papuatengah.id pekan lalu di ruang kerjanya.

“Dalam pendampingan kita memang butuh psikolog dan saat ini tingg satu orang. Sarjana hukum ada 3 orang. Dan membutuhkan pengalaman dalam penanganan kekerasan,”ujarnya.

Pihaknya juga dalam melaksanakan tugasnya harus punya lisensi agar berkompeten dalam merekomendasikan hal-hal seperti bukti-bukti dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum misalnya di pengadilan,”jelasnya.

Psikolog dibutuhkan sambungnya untuk memperbaiki kondisi pshikis para korban kekerasan.

Namun pihaknya saat ini masih sebatas pendampingan. Belum ke pencegahan karena terbatasnya dana.

“Untuk bisa menjangkau semua komunitas butuh dana besar. Sehingga kita hanya bisa lakukan sosialisasi sekali setahun,”paparnya.

Sosialisasi tambahnya harus dimulai dari bawah yakni dari kampung-kampung. Sebab banyak kasus kekerasan seksual terjadi di daerah pesisir dan kampung-kampung lainnya.

“Pencegahan dilakukan dengan menjelaskan UU 35 tentang kekerasan itu sendiri. Karena semua masyarakat memiliki hak yang sama untuk mendapat layanan pemerintah,”ungkapnya.

Andarias menambahkan bahwa semua pihak harus melihat kelompok-kelompok, yang rentan terhadap aksi kekerasan seperti anak-anak sekolah, yang dalam beberapa kali kasus tidak terungkap. (sianturi)

Penulis: Sianturi
Editor: Sampe P Sianturi
  • Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.