Tersangka Percabulan di Panti Asuhan Bunda Mulia Jadi 2 Orang

  • Whatsapp

*Pria Berinisial B Ditangkap di Mappi

TIMIKA (papuatengah.id)- Penyidik Satreskrim Polres Mimika telah menetapkan tersangka baru, dalam kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur terhadap anak di bawah umur berinisial A (12) di Panti Asuhan Bunda Mulia di Jalan Soponyono, Kelurahan Wonosari Jaya, SP Timika.

“Tersangka baru kami tangkap di Mappi berinisial B dan sudah kita tetapkan sebagai tersangka baru bersama tersangka awal AL,”ujar Kapolres Mimika, AKBP I Gde Putra, SIK SH melalui Kasatreskrim Polres Mimika, Iptu Harydika Eka Anwar di Resto 66, Kamis (2/6/2022).

Tersangka baru kata Iptu Harydika sebelumnya berada di Timika, namun sempat meninggalkan Timika sesudah kasus itu merebak usai dilaporkan istri tersangka AL ke Polres Mimika.

Dari pemeriksaan korban A lanjut Kasat ditemukan fakta-fakta baru bahwa ada indikasi pelaku lain. Dan setelah koordinasi dengan Polres Mappi, pihaknya telah mengamankan pria inisial B dan sudah lakukan pemeriksaan.

“Dari hasil pemeriksaan, tersangka B sudah melakukan persetubuhan dengan korban sebanyak 6 kali dan dimulai sejak Bulan Maret lalu,”jelasnya.

Dari keterangan korban ini sambungnya, pihaknya menyimpulkan bahwa telah terjadi pengancaman oleh B karena menemani A melapor. Namun setelah B pergi ke Mappi, korban A bercerita bahwa istri tersangka AL telah diancam oleh B sehingga timbul keterangan baru bahwa B sebagai tersangka tunggal.

“Untuk AL nanti kita akan lakukan gelar ulang dan kalau tidak ada bukti yang mengarah ke dia. Dan tersangka B sudah jadi tersangka. Status AL akan tangguhkan sementara. Bukan berarti kita salah dalam penyelidikan tapi keterangan awal korban A bahwa AL adalah pelaku karena diancam oleh si B dan korban mengatakan bahwa korban diancam B,”terangnya.

Dan saat korban dibawa ke Polres menyebutkan bahwa pengakuan korban menunjuk AL sebagai pelaku karena diancam B.

“Sampai ada bukti baru AL masih jadi tersangka bersama tersangka B,”paparnya.

Kedua tersangka diancam dengan Pasal 81 dan Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 35 Tahun 2014. (sianturi)

Penulis: Sianturi
Editor: Sampe P Sianturi
  • Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.