Pemda Paniai Mulai Sosialisasikan Bulan Imunisasi Campak Rubella

  • Whatsapp
SOSIALISASI- Para kadistrik dan kepala kampung se Kabupaten Paniai saat mendapatkan sosialisasi Bulan lmunisasi Campak dan Rubella di halaman kantor Bupati Paniai, Senin (24/1/2022) kemarin. (FOTO: ISTIMEWA)

TIMIKA – Sebagai upaya mewujudkan komitmen nasional pencapaian Eliminasi Campak dan Rubella, Pemerintah Daerah Kabupaten Paniai memberikan dukungan penuh untuk menyukseskan pelaksanaan pemberian imunisasi tambahan dalam Bulan lmunisasi Campak dan Rubela kepada anak-anak di Kabupaten Paniai.

Sebagai bentuk dukungan sekaligus upaya untuk menyukseskan program tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai telah memulai tahapan sosialisasi Bulan lmunisasi Campak dan Rubela (Measles Rubella/MR). Sosialisasi tahap awal dilaksanakan terhadap 24 Kepala Distrik dan 216 Kepala Kampung yang ada di Kabupaten Paniai. Selain itu, sosialisasi tahap awal yang dilaksanakan pada Senin (24/1/2022) kemarin itu, juga melibatkan para staff dan jajaran Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan Kabupaten Paniai.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai, dr Laswan Siallagan, MKes dalam komunikasi via telepon, Selasa (25/1/2022) menjelaskan, sosialisasi dilaksanakan usai apel gabungan di halaman kantor Bupati Paniai.

“Setelah apel gabungan, Kepala Kampung, Kepala Distrik, Staff Dinkes dan Staff Dinas Pendidikan dikumpulkan lagi. Semua kepala kampung dan kadistrik berkumpul. Bapak Asisten 1 memberikan waktu kepada kami untuk mensosialisasikan awal terkait Bulan Imunisasi Campak dan Rubella yang akan dimulai pada Maret 2022,” ungkapnya.

dr Laswan mengatakan, pelaksaanaan Imunisasi MR akan dilakukan pada awal Maret 2022, sesuai program nasional dari Kementerian Kesehatan RI. “Yangmana untuk Provinsi Papua akan dimulai pada Maret 2022,” katanya.

Adapun sasaran yang akan mendapatkan imunisasi MR adalah bayi dan anak-anak berusia di atas 9 bulan dan di bawah 12 tahun.

dr Laswan menyebut, sosialisasi yang dilakukan terhadap para kepala distrik, kepala kampung dan staff beserta jajaran Dinkes dan Disdik pada Senin kemarin, adalah sosialisasi awal. Pihaknya belum melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Hal ini dilakukan agar sosialisasi bisa efektif karena lebih terstruktur dan berjenjang. Artinya dimulai dari akdovasi ke Pemda melalui Asissten 1, kadistrik, kepala kampung, kemudian kepala Puskesmas.

“Kita koordinasi dengan mereka (kadistrik, kepala kampung, kepala Puskesmas) dulu, baru masyarakatnya. Karena yang bersentuhan langsung dengan masyarakat adalah mereka,” sebut dr Laswan.

Mengenai pengaturan waktu terkait adanya program vaksinasi Covid-19 yang sebagian sasarannya juga merupakan sasaran Imunisasi MR, dr Laswan menyebut bahwa untuk Kabupaten Paniai dan beberapa kabupaten lain di Papua, juga sudah memulai program vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak. Sehingga waktu untuk pelaksanaan imunisasi MR sudah bisa dilakukan pada Bulan Maret 2022.

“Di Paniai, sejak pertengahan Januari kami sudah memulai vaksinasi Covid-19. Targetnya, pertengahan Februari anak-anak sudah selesai untuk dosis kedua. Sehingga pada Maret sudah bisa dimulai untuk program Imunisasi Campak dan Rubella,” paparnya.

“Karena selisih vaksinasi dosis kedua dengan imunisasi Campak dan Rubella adalah 28 hari. Saya fikir itu sudah pas nanti,” sambungnya.

Demi memenuhi target, pelaksanaan imunisasi MR rencananya dilakukan dengan fleksibel, sehingga tidak harus dilakukan di tempat-tempat khusus. “Kita di Papua ini harus menyesuaikan dengan budaya lokal, jadi saya fikir tidak harus dilakukan di sekolah atau Puskesmas. Bisa di gereja, saat kunjungan posyandu juga bisa, bisa juga secara mobile. Artinya kita memberikan kebebasan kepada Puskesmas untuk berkreasi supaya cakupan bisa sesuai dengan target pemerintah di atas target 95 persen. Sehingga kami beri kesempatan puskesmas berkreasi bagaimana mereka mengatur strategi pelaksanaan sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah puskesmas supaya cakupan bisa maksimal,” bebernya.

dr Laswan mengungkapkan, sosialisasi Bulan Imunisasi Campak dan Rubella perlu dilakukan dengan baik demi cakupan yang maksimal. Sebab, berkaca dari program vaksinasi Covid-19 di Paniai, masih banyak masyarakat yang menerima pelaksanaan program vaksinasi Covid-19. “Sehingga kita harus lebih hati-hati, jangan sampai yang sedang kita kerjakan ini nanti dihubungan dengan Covid-19. Kami sudah sampaikan ini di awal, jika Imunisasi Campak dan Rubella ini, tidak ada hubungannya dengan vaksinasi Covid-19. Ini khusus, khusus untuk Campak dan Rubella saja,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan sosialisasi dan rencana kerja Imunisasi Campak dan Rubella di Kabupaten Paniai, dr Laswan menyebut bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Paniai juga mendapatkan pendampingan dari Yayasan Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan Papua (YP2KP).

Menurut dr Laswan, pihaknya sangat bersyukur akan keberadaan YP2KP di Paniai. YP2KP menurutnya telah banyak membantu di Dinas Kesehatan terkait program imunisasi, seperti bagaimana membantu untuk advokasi dengan pemerintah dan stakeholder lain, bagaimana mereka membantu dinas dari sisi perencanaan hingga pelaksanaan program.

“Jadi saya pikir keberadaan YP2KP ini sangat membantu dalam menyukseskan pelaksanaan Program Imunisasi di Kabupaten Paniai,” tutupnya.

Pendampingan untuk suksesi pelaksanaan program Imunisasi di Kabupaten Paniai, terselenggara atas kerjasama antara Dinkes Provinsi Papua, Unicef dan YP2KP serta didukung pemerintah Jepang. (*)

Editor: Maftukin
  • Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.