Stamford Tyres Latih Pemuda Papua Skill Khusus Siap Kerja

  • Whatsapp
DILATIH- Seorang peserta pelatihan (kanan) sedang mendapatkan pelatihan langsung di tempat kerja PT Stamford Tyres Indonesia yang berada di kawasan Light Industrial Park (LIP) PT Freeport Indonedia, Kuala Kencana. Rabu (19/1/2022). (FOTO: M.MAFTUKIN/POJOKPAPUA.COM)

TIMIKA – Memanfaatkan program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Stamford Tyres Indonesia memberikan pelatihan kepada tiga pemuda di Kabupaten Mimika, Papua untuk memiliki skill khusus siap kerja. Pelatihan ini dilakukan secara langsung di tempat kerja yang berada di kawasan Light Industrial Park (LIP) PT Freeport Indonedia, Kuala Kencana.

External Relation PT Stamford Tyres Indonesia, Elly S. Rompas kepada pojokpapua.com di ruang kerjanya, Rabu (19/1/2022) menjelaskan, ketiga pemuda ini mendapatkan pelatihan langsung di tempat kerja selama sembilan bulan. Yangmana hingga saat ini, mereka telah mendapatkan pelatihan lebih dari sebulan.

Menurut Elly, program CSR ini terfokus pada pengembangan SDM masyarakat Papua. “Kita membina teman-teman Papua untuk punya skill khusus untuk bekerja di area PTFI seperti yang diharapkan. Kita membina menjadi tyreman dan mekanik selama 9 bulan. Dua sebagai tyreman, satu sebagai mekanik,” katanya.

Seorang peserta pelatihan (kanan) sedang mendapatkan pelatihan langsung mengenai kelistrikan kendaraan. (FOTO: M.MAFTUKIN/POJOKPAPUA.COM)

PT Stamford Tyre Indonesia sendiri merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang perdagangan besar. Sejak berada di Timika mulai Tahun 2000 silam, PT Stamford Tyre Indonesia menjadi supplyer ban di PT Freeport Indonesia. “Baik ban kecil untuk kendaraan ringan (Light Vehicles – LV) sampai ban truk (Heavy-Duty Truck/HDT),” ungkap Elly.

Pemanfaatan program CSR untuk pelatihan siap kerja bagi para pemuda Papua ini, menurutnya dilatarbelakangi atas dasar kepedulian. “Kita bekerja dan mendapatkan keuntungan di Timika, sehingga berinisiatif ada timbal balik yang baik dengan cinta kasih. Sehingga berusaha merangkul teman-teman yang belum bekerja, mau belajar dan berniat mencari kerja, namun mereka kerap belum mendapatkan kesempatan karena belum memiliki skill. Dengan memiliki skill dan mendapatkan pekerjaan, yang kami harapkan kedepannya adalah taraf hidup mereka bisa lebih baik,” jelasnya.

Pelatihan yang laksanakan PT Stamford Tyre Indonesia ini, akan menggabungkan teori dan praktik langsung di tempat kerja. Dimana target waktu lama pelatihan adalah sembilan bulan.

Elly menjelaskan, bekerja di area pertambangan harus memenuhi barbagai standar tertentu. “Bekerja di area perusahaan pertambangan itu kan tidak bias langsung-langsung. Perlu ada pengetahuan dan pemahaman mengenai safety. Baik pengetahuan mengenai FRM, masalah safety, penggunaan APD, bekerja sesuai SOP dan sebagainya,” paparnya.

“Setelah materi, mereka langsung kerja di tempat nyata. Seperti tyreman, saat ada kendaraan masuk, mereka langsung dibimbing untuk kerja, bagaimana menanganinya. Bagaimana memegang impack, posisi terlarang ketika ada kendaraan masuk, hingga hal-hal kecil namun penting untuk dipatuhi,” sebutnya.

Selain skill, pihaknya juga melatih kedisiplinan para peserta. “Karena di Stamford mulai masuk kerja jam 7 pagi. Dan selama mengikuti pelatihan yang sudah berjalan lebih dari satu bulan ini, ketiganya memang cukup disiplin,” katanya.

Seorang peserta pelatihan (kanan) mempraktekkan penggantian ban kendaraan dibawah pengawasan langsung instruktur. (FOTO: M.MAFTUKIN/POJOKPAPUA.COM)

Selama masa pelatihan, peserta juga mendapatkan uang saku, biaya makan siang hingga perlindungan JKK dan JKM BPJS ketenagakerjaan selama masa pelatihan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur CV Dimpil, Yanuarius Beanal memberikan apresiasi kepada PT Stamford Tyre Indonesia. Menurutnya, program CSR dengan memberikan pelatihan bagi pemuda Papua adalah hal luar biasa yang patut dicontoh perusahaan lain yang beroperasi di kabupaten ini.

“Ketiga pemuda yang kami rekomendasikan adalah pemuda yang memiliki minat kerja tinggi, namun mereka tidak memiliki ijazah. Sehingga mereka kesulitan untuk mencari kerja. Meskipun mereka telah belajar di rumah, namun ketika mereka melamar kerja, mereka tidak dipakai,” ungkapnya.

Sementara itu, Konsultan CV Dimpil, Melkias Wandagau mengucap syukur atas kesempatan yang diberikan PT Stamford Tyre Indonesia. Sebab, ketiga pemuda yang kini mengikuti pelatihan itu memang sering melamar kerja. Namun karena tidak memiliki ijazah, sehingga belum diterima. Setelah pelatihan ini rampung, pihaknya berharap agar ketiganya bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.

“(Ketiga pemuda) Selama ini dianggap tidak layak, sering ditolak masuk kerja karena tidak memiliki ijazah, namun kami diberi kesempatan dan dirangkul oleh PT Stamford dengan bersedia memberikan pelatihan yang nantinya juga diberi sertifikat,” jelasnya.

“Ini membanggakan bagi kami. Karena dengan pelatihan ini, para pemuda akan mendapatkan skill yang sangat penting untuk bekerja. Entah itu nanti di PT Freeport, pemerintahan, bahkan usaha mandiri kecil nantinya,” sambung Melki.

External Relation PT Stamford Tyres Indonesia, Elly Rompas (Berdiri, dua dari kiri) bersama para karyawan dan ketiga peserta pelatihan (jongkok). (FOTO: M.MAFTUKIN/POJOKPAPUA.COM)

Melki juga berharap, program positif seperti ini bisa dilihat oleh pihak-pihak terkait, seperti pemerintah dan SLD PTFI. “Bahwa kami berusaha mengurangi angka pengangguran di Mimika. Karena pengangguran jika terus dibiarkan, maka berpotensi menyebabkan terjadinya masalah-masalah yang dapat mengganggu stabilitas keamanan,” pungkasnya.

Selain pelatihan, adapun kegiatan lain yang dilaksanakan PT Stamford Tyre Indonesia dalam program CSR di Kabupaten Mimika adalah program BPJS Ketenagakerjaan dengan membayarkan iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) terhadap 200 orang OAP di distrik pedalaman.

Program lain yang juga telah dilaksanakan adalah terkait lingkungan. Yakni menghibahkan satu unit sepeda motor pengangkut sampah untuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika yang baru beberapa hari lalu diserahkan. (*)

Penulis: Maftukin
Editor: Sampe Sianturi
  • Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.