Speedboat dan 7 Penumpangnya Ditemukan Selamat, Operasi SAR Ditutup

  • Whatsapp
Proses evakuasi terhadap 7 penumpang speed boat yang sepat dilaporkan hilang. Setelah dilakukan operasi SAR kesemuanya ditemukan dalam kondisi selamat di perairan Puriri, Kamis (30/12/2021). (FOTO: KANTOR SAR TIMIKA)

TIMIKA – Speed boat bermesin 85 PK yang membawa 7 orang penumpang yang sempat dilaporkan hilang kontak saat melakukan perjalanan dari Asmat menuju Timika, telah ditemukan dalam keadaan selamat di sekitar perairan Puriri pada Kamis (30/12/2021) setelah dilakukan operasi SAR.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika, George L Mercy Randang, SIP MAP kepada pojokpapua.com menyebutkan, speed boat berpenumpang 7 orang itu ditemukan tim SAR gabungan siang tadi sekitar pukul 10.30 WIT dalam kondisi kandas di perairan dangkal Puriri.

George menjelaskan, menurut penuturan salah satu penumpang kepada personel Rescuer di lapangan, bahwa dalam perjalananya dari Asmat menuju Timika, mereka sebelumnya berlindung di Pulau Yapero dikarenakan cuaca saat itu sedang buruk.

Namun disaat cuaca mulai membaik dan mereka keluar untuk kembali melanjutkan perjalanan, tetapi mereka justru malah terdampar terkena jalur perairan dangkal atau masyarakat sekitar biasa menyebutnya rep.

Setelah ditemukan korban saat itu langsung diserahkan ke pihak keluarga yang juga ikut serta melakukan pencarian.

Dengan berhasil ditemukanya korban dan telah diserahkan kepada pihak keluarga maka operasi SAR terhadap speed boat 85 PK diusulkan tutup dan potensi SAR yang terlibat dalam operasi SAR dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Dalam kesempatan itu juga Kepala kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, menghimbau bagi pengguna speed boat yang sering beraktivitas jalur pelayaran Timika menuju Asmat atau sebaliknya begitu juga kapal kapal lainnya, agar benar-benar mematuhi standard pelayaran dan kelayakan berlayar serta mengikuti himbauan dari pemerintah dan mengikuti informasi dari BMKG terkait cuaca, untuk menghindar dari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Sebab kata George bahwa sejauh ini pihaknya telah banyak menerima laporan terkait musibah yang terjadi di wilayah perairan bagian selatan Papua.

“Kami berharap instansi terkait lewat Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, maupun Kabupaten Asmat. Agar bisa bersinergi bersama sama melakukan evaluasi dalam rapat koordinasi unsur Maritim dengan penyedia usaha transportasi laut dan semua unsur perkapalan yang sering beraktifitas diperairan Timika menuju Asmat. Untuk mengsosialisasikan aturan keselamatan pelayaran dan mengecek langsung kelayakan setiap kapal maupun ijin berlayar lewat operator untuk menekan jumlah kecelakaan,” harapnya.

Selain itu juga menurut Kepala kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, perlu ada perhatian tersendiri terkait infrastruktur atau rambu-rambu jalur pelayaran di daerah antara Timika dan Asmat. Demi keamanan dan pelayanan kepada masyarakat, yang menggunakan alat transportasi laut.

Sebelumnya satu unit speed boat 85 PK yang membawa 7 orang penumpang, dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Asmat menuju Timika.

Informasi terkait hilangnya satu unit speed boat berpenumpang 7 orang itu diketahui saat kantor Pencarian dan Pertolongan Timika menerima laporan dari salah satu warga yang diketahui bernama Raymond yang melaporkan bahwa keluarganya berangkat menggunakan speed boat 85 PK.

Yang membawa 7 orang penumpang yakni Koko Yudi (40), Mely (22), April (25), Ilham (38), Yeyen (25), dan 2 penumpang lainnya yang belum diketahui identitas mereka.

Dimana mereka berangkat dari Asmat pada Selasa (28/12) sekitar pukul 07.45 WIT akan tetapi hingga Kamis (30/12) pagi belum tiba.

Kemudian setelah mendapatkan laporan, Kepala kantor Pencarian dan Pertolongan Timika langsung memberangkatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari personel kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, TNI AL, dan Polairud, bersa kerabat para korban guna melakukan pencarian.

Dimana 2 regu melakukan pencarian menggunakan 2 unit perahu karet 25 PK, dengan menyusuri sungai rute bagian dalam, yang dicurigai dilewati speed boat tersebut.

Sementara 1 tim lainnya yang menggunakan RIB 400 PK melakukan pencarian dengan menyisir perairan terluar, mengantisipasi korban telah hanyut terbawa arus surut laut. (*)

Penulis: Mayer
Editor: Maftukin
  • Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.