Bupati Mimika Tutup Konferensi Sinode XI, Pdt Tilas Mom Terpilih Jadi Ketua Sinode KINGMI

  • Whatsapp
(dari kanan) Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH, Ketua Sinode terpilih Gereja KINGMI di Tanah Papua, Pdt Tilas Mom dan Bupati Puncak, Willem Wandik. (FOTO: SELVI / POJOK PAPUA)

TIMIKA – Tongkat kepemimpinan Badan Pengurus Sinode Gereja Kemah Injil KINGMI di Tanah Papua kini dipegang oleh Pdt Tilas Mom. Sebelumnya dipegang oleh Pdt Benny Giay selama 10 tahun atau dua periode.

Terpilihnya Pdt Tilas Mom sebagai Ketua Sinode periode 2021-2026, ditetapkan dalam Konferensi Sinode XI, Sabtu (6/11/2021). Setelah terpilih, Pdt Tilas Mom didampingi Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Bupati Puncak Willem Wandik, langsung diperkenalkan kepada ribuan umat yang memadati pelataran Gereja KINGMI Jemaat Martin Luther Amungsa, Mile 32 Timika.

Pdt Tilas Mom menyatakan akan terus melanjutkan pekerjaan sebagai pelayan Tuhan tanpa rasa takut. “Orang tua sudah bawa Injil ke pelosok-pelosok. Saya bukan ragu, tapi soal pelayanan dan penginjilan akan terus dilakukan,” katanya.

Sementara itu Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH dalam acara penutupan Konferensi Sinode XI Gereja Kemah Injil KINGMI di Tanah Papua mengatakan, konferensi sudah selesai dan berjalan dengan baik walaupun masih terdapat kekurangan.

Bupati Omaleng juga mengucapkan selama kepada Badan Pengurus Sinode KINGMI se-Tanah Papua untuk periode lima tahun kedepan. “ketua dan pengurus yang terpilih hendaknya bertanggungjawab untuk melaksanakan tugas dan harus didukung oleh semua pihak dengan lapang dada,” katanya.

Suksesnya Konferensi Sinode XI kata Bupati Omaleng, akan menjadikan Gereja KINGMI sebagai gereja yang semakin mandiri dan dewasa. Untuk itu ia berharap apa yang sudah disepakati dalam konferensi dapat dilaksanakan terutama sebagai hamba Tuhan yang melayani di seluruh Tanah Papua.

Gereja lanjut Bupati Omaleng, harus mengambil bagian dalam pembangunan bangsa dan negara di masa kini dan masa yang akan datang sebagai wujud tiga panggilan gereja yaitu bersaksi, bersekutu dan melayani. “Semoga apa yang telah kita lakukan sebelumnya, hari ini dan kedepan adalah untuk kemuliaan dan hormat bagi nama Tuhan,” tandasnya.

Ia juga berharap agar Konferensi Sinode XI tidak hanya berdampak yang baik bagi Jemaat KINGMI se-Tanah Papua, tetapi juga menjadi suatu kebangkitan bagi seluruh masyarakat di Tanah Papua untuk mempererat persatuan dan persaudaraan, guna mendukung tercapainya kedamaian, kemandirian dan kesejahteraan seluruh masyarakat.

“Seperti yang saya sampaikan bahwa kita mau Gereja KINGMI di Tanah Papua menunjukkan ciri khas penuh kasih dan pelayanan yang tulus, tapi pada saat yang sama menjadi pembawa damai, menjadi teladan dan berdiri di depan dan contoh bagi jemaat yang lain,” katanya.

Ini juga kata Bupati Omaleng, menjadi panggilan gereja dan jemaat KINGMI yang selalu hadir sebagai mitra pemerintah yang siap membangun papua di setiap segi kehidupan masyarakat. (*)

Penulis: Selvi
Editor: Maftukin
  • Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.