Kontingen Merauke Puji Kinerja Panpel Pesparawi XIII

  • Whatsapp
Kasie Bimas Kristen Kementerian Agama Kabupaten Merauke, Yohana Rama saat memberikan penjelasan soal konsumsi selama di penginapan wisma atlet kepada Pansus Pesparawi DPRD Mimika, Kamis (3/11/2021). (FOTO: SITHA / POJOK PAPUA)

TIMIKA – Kontingen peserta Pesparawi asal Kabupaten Merauke, mengaku cukup puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Panitia Pelaksana (Panpel) Pesparawi XIII Se Tanah Papua di Kabupaten Mimika.

Kontingen Kabupaten Merauke yang membawa 178 peserta di ajang Pesparawi ini memuji kinerja Panpel dari tuan rumah, Timika, yang telah maksimal menjamu para tamu dari kabupaten dan kota se Papua. Merauke satu dari 21 kabupaten dan kota yang mengikuti ajang Pesparawi ini sangat mengapresiasi kinerja Panpel Mimika sejak awal mereka datang ke bumi Amungsa dan tanah Kamoro ini sampai perlombaan hari ke empat saat ini.

Kepala Seksi (Kasie) Bimas Kristen Kementerian Agama Merauke, Yohana Rama saat ditemui pojokpapua.com, Kamis (3/11) di lokasi penginapan Wisma Atlit di Jalan Poros SP2-SP5 mengatakan, pihaknya senang sebab tuan rumah siap menyambut dan menjamu saudara se Papuanya.

Kabupaten yang terkenal dengan julukan kota rusa ini sebut Yohana, berterima kasih kepada Panpel Pesparawi di Timika atas pelayananya yang maksimal.

“Kami apresiasi panitia di Timika ini, sebgai tuan rumah, mereka sudah menyambut dan menjamu kami dengan baik, terima kasih saya mewakili kontingen Merauke, semoga dari ajang Pesparawi ini, kita semakin kuat sebagai saudara se Papua,” jelasnya.

Lanjut Yohana, apresiasi yang diberikan kepada tuan rumah tidaklah berlebih. Ia menyebutkan sejak datang di bandara Mozes Kilangin, panitia sudah menjemput mereka dengan luar biasa. Dilanjutkan pengantaran sampai ke tempat penginapan. Di tempat penginapan juga, yakni di wisma atlit SP2-SP5 ini, fasilitas yang disediakan juga sudah bagus.

Selain disediakan kasur, seprei, kipas angin, dispenser, fasilitas air dan listrik mereka juga mendapatkan pengamanan serta jaminan kesehatan yang stand by di lokasi penginapan.

Walaupun tidak menutupi jika masih ada kendala yang ditemui yakni masalah konsumsi, namun kata Yohana, hal ini bisa dimaklumi sebab ketersediaan bahan makanan di sini tidak sama dengan di Merauke. Selama di sini, mereka membayar konsumsi yang awalnya dengan nasi kotak. Namun, karena nasi kotak lebih cepat basi, maka untuk menunjang makan minum 178 orang setiap harinya, akhirnya merek memilih cateringan dengan makanan prasmanan.

“Kami cateringan, makan di tempat karena kalau kotakan, cepat basi dan tidak ada keluhan soal makanan, persediaan bahan makanan tidak seperti di Merauke tetapi kami menyesuaikan,” imbuhnya. (*)

Penulis: Sitha
Editor: Maftukin
  • Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.