Babak I Terjun Payung, Satu Pertandingan Ditunda karena Cuaca

  • Whatsapp
Peserta terjun payung dari Banten melakukan menuver pendaratan di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, usai berlaga pada Babak 1 nomor kerjasama di udara PON XX Papua 2021, Senin (04/10/2021). (FOTO: SALDI HERMANTO/HUMAS PPM)

TIMIKA – Cabang Olahraga (Cabor) terjun payung mulai dipertandingkan hari ini, Senin 4 Oktober sampai 14 Oktober mendatang. Di hari pertama (Senin) untuk Babak I dipertandingkan tiga kategori, masing-masing ketepatan mendarat, kerjasama di udara dan kerjasama antar parasut. Dari tiga kategori yang diagendakan, satu kategori terpaksa ditunda pelaksanaannya.

Kategori tersebut yaitu kerjasama antar parasut yang diikuti penerjun dari 5 provinsi, masing-masing Provinsi Papua, Papua Barat, Lampung, DKI Jakarta dan Kalantan Timur.

Technical Delegate Cabor Terjun Payung, Ahmad Effendi Soen saat ditemui di lobi Gedung A, Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika yang merupakan venue Cabor Terjun Payung, Senin (4/10) mengatakan, untuk Babak I yang dilakukan hari ini belum selesai, sehingga akan dilakukan besok.

“Kita sekarang ini baru masuk Babak I, belum selesai, karena penerjun yang baru kita lakukan ada yang di ketinggian 1.000 meter atau 3.000 feet, khusus untuk ketepatan mendarat. Ada yang 7.000 kaki untuk kerjasama antar parasut, kemudian untuk 9.000 kaki untuk kerjasama di udara.  Alhamdulillah sebagian dari babak satu sudah berlangsung, tinggal satu kerjasama antar parasut,” ungkap Ahmad Effendi Soen.

Technical Delegate Cabang Olahraga Terjun Payung PON XX Papua, Achmad Effendi Soen. (FOTO: SALDI HERMANTO/HUMAS PPM)

Effendi mengatakan, penundaan ini dilakukan karena faktor cuaca. “Nah ini yang membagi, itu sangat tergantung dengan cuaca, sehingga kami sudah atur dan akan besok dilakukan,” tutur Effendi.

Sementara untuk Babak I katanya, belum dilakukan penilaian. Sesuai sistem penilaian yang dilakukan di Cabor Terjun Payung, berbeda dengan Cabor-cabor yang lain

“Jadi kalau terjun payung tidak seperti Cabor yang lain, ada naik dapat medali. Terjun Payung ndak (tidak sama). Kita semuanya di sistem, pengumpulan record di ujung nanti baru ketahuan delapan babak. Delapan babak terakhir siapa yang tertinggi nilainya dan siapa yang terkecil jumlah injakkannya atau ketepatan mendarat. Sehingga kita nanti di ujung baru ada UPP-nya,” jelas Ahmad Effendi Soen.

Ahmad yang juga adalah atlet terjun payung selama 20 tahun ini mengatakan, untuk Aerosport terjun paying, mempertandingkan enam nomor, masing-masing ketepatan mendarat beregu putra dan Putri, ketepatan mendarat perorangan putra putri, kerjasama di udara dan kerjasama antar parasut dengan delapan babak. “Kita akan mempertandingkan ketepatan mendarat putra dan putri, serta kerjasama di udara dan kerjasama antar parasut delapan babak. Jadi hanya 8 kali loncat, penilaian dan mereka selesai final. Tapi ada dua babak lagi khusus untuk ketepatan mendarat perorangan putra dan perorangan putri,” bebernya.

“Itu akan dilakukan menjadi semifinal dan final. Dan mudah-mudahan dengan waktu yang ada dan dengan cuaca yang seperti ini (cerah-red) kita tepat bisa menyelesaikan sampai semifinal dan final pada tanggal 13 atau 14 Oktober,” sambung Ahmad.

Sementara untuk mendukung Cabor tersebut, ia mengatakan mulai hari ini telah didukung dengan pesawat dari TNI AU berupa CN 235. Juga akan bantu CN 295, helikopter Karakal TNI AU serta heli dari TNI AD untuk SAR  dan medice evacuation. Tidak hanya itu, dari PB PON juga disiapkan satu Pesawat Cesna.

Ia sendiri optimis Cabor Terjun Payung akan berlangsung sesuai jadwal yang ditentukan. Dimana dimulai upacara pembukaannya pada Minggu 3 Oktober yang sebelumnya dilakukan orientasi bagi penerjun. “Kita mulai sesuai jadwal tanggal 3 sampai 14 selama 12 hari tetapi kami punya prosedur ada penerjunan orientasi seluruh kontingen yang berjumlah 12 provinsi harus melakukan itu untuk mengenal wilayah dan arena penerjunan. Itu sudah berlangsung tanggal 1 dan 2 Oktober lalu 3 upacara pembukaan. Tadinya kita rencanakan terjun demo tapi karena cuaca tidak jadi,” pungkasnya.

“Jadi pada prinsipnya kita berharap cuaca mendukung, pesawat juga mendukung, supaya kita dapat menjalankannya dengan benar dan waktunya cukup,” pungkasnya. (HumasPPM/Elsina Mnsen – Irvandi Junjo/Maftukin)

  • Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.