BNNK Mimika Musnahkan 121 Paket Sabu-Sabu

  • Whatsapp
Kepala BNNK Mimika, Kompol Mursaling, SH MH (Tengah) bersama perwakilan dari Polres Mimika dan Kejari Mimika melakukan pemusnakan barang bukti Narkotika jenis sabu-sabu, Rabu (22/9). (FOTO: MAYER/POJOK PAPUA)

TIMIKA – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika, melakukan pemusnahan barang bukti Narkotika golongan I jenis sabu-sabu milik tersangka berinisial AS pada Rabu (22/9) pagi di kantor BNNK Mimika, di Jalan Cenderawasih, SP2.

Pemusnahan barang bukti tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BNNK Mimika, Kompol Mursaling, SH MH dan dihadiri oleh Kasat Resnarkoba Polres Mimika, AKP Mansur, SH, perwakilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika dan disaksikan langsung oleh tersangka AS.

Pemusnahan barang bukti dilakukan dengan cara Narkotika golongan I jenis sabu-sabu itu dimasukan ke dalam sebuah wadah kemudian disiram dengan air panas dan selanjutnya dibuang dengan cara ditumpahkan di halaman depan kantor BNNK Mimika.

Kepala BNNK Mimika yang ditemui wartawan usai kegiatan pemusnahan barang bukti menjelaskan, total barang bukti Narkotika golongan I jenis sabu-sabu milik tersangka AS berjumlah 123 paket dengan berat 111,48 gram.

Namun dari total keseluruhan 123 paket Narkotika golongan I jenis sabu-sabu itu, yang dimusnahkan hanya 121 paket.

Sementara 2 paket lainnya disisipkan untuk uji sampel barang bukti di laboratorium forensic dan untuk pembuktian diproses persidangan nantinya.

“Untuk pemusnahan hari ini yang tadinya 123 paket, yang kita musnahkan 121 paket. Sementara dua paket kita jadikan sampel untuk satu paket dibawa ke labfor dan hasilnya sudah ada yakni mengandung metamfetamin. Lalu satunya lagi untuk kepentingan proses penyidikan,” urai Kompol Mursaling.

Lebih lanjut ia mengatakan untuk tersangka AS sendiri dijerat dengan Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, juncto Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal 4 tahun dan maksimal hukuman mati.

Dijelaskan, dalam menjalankan bisnis haram penjualan Narkotika golongan I jenis sabu-sabu ini, tersangka AS berperan untuk mengantarkan Narkotika kepada pembeli sesuai dengan tempat yang sudah disepakati.

“Dia (Tersangka AS) dari pengakuannya baru pertama kali lakukan ini. Tersangka AS ini ada jaringannya di Surabaya, dan sudah kita koordinasi dengan BNN Provinsi Papua sehingga mudah-mudahan BNN Provinsi bisa koordinasi dengan BNN Provinsi Jawa Timur untuk lakukan pengejaran terhadap tersangka yang di Jawa Timur berinisial IM,” ungkapnya.

Selanjutnya Kepala BNNK Mimika menjelaskan proses penangkapan terhadap tersangka AS yang diamankan pada Sabtu (11/9) lalu di Jalan Serui Mekar, gang Kaimana itu.

Dimana pada saat itu tersangka AS mendapatkan telepon dari tersangka IM yang berada di Jawa Timur untuk menemui seseorang yang membawa kiriman paket tersebut di Jalan Yos Sudarso.

“Setelah dia ketemu orang yang ada di hotel untuk ambil kiriman, kemudian dia pulang ke tempat kostnya dan membuka kiriman itu. Dan setelah dihitung, jumlahnya sebanyak 150 paket. Jadi sudah terjual 27 paket, tapi tersangka AS ini tidak tahu harga penjualannya karena yang mengendalikan ini adalah tersangka IM yang di Surabaya. Sementara tersangka AS ini tugasnya hanya untuk menempel barang untuk diambil oleh pembeli,” jelas Kompol Mursaling.

Lanjut kata Kompol Mursaling, dari pengakuan tersangka AS bahwa dia diberikan upah dari hasil penjualan Narkotika golongan I jenis sabu-sabu yakni Rp 100 ribu perpaket.

“Satu bungkus sabu-sabu bila terjual, dia diberikan fee sebanyak seratus ribu rupiah, tetapi fee itu akan diberikan setelah barang terjual 50 bungkus. Sementara baru 27 bungkus yang  terjual, dia sudah lebih dulu kita amankan. Dan untuk kesehariannya dia ojek,” ucap Kepala BNNK Mimika. (*)

Penulis: Mayer
Editor: Maftukin
  • Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.