Bupati Omaleng: Timika Paling Siap Jadi Ibu Kota Papua Tengah

  • Whatsapp
Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH (FOTO : ARSIP/SITHA/POJOK PAPUA)

TIMIKA – Kabupaten Mimika dinilai paling siap menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengah. Hal itu diungkapkan Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng SE MH kepada awak media setelah dirinya bertemu langsung dengan Menteri Dalam Negeri dan timnya guna membahas Provinsi Papua Tengah.

Bupati mengakui jika ia sudah bertemu dengan Menteri Dalam Negeri dan timnya di Hotel Swiss Belhotel Jayapura. Dalam kesempatan itu, Bupati mengungkapkan jika Menteri Dalam Negeri berujar jika ada tiga daerah yang akan dimekarkan menjadi provinsi, yakni satu daerah di Merauke, satu daerah lagi di wilayah adat Lapago dan satu di Kabupaten Mimika. Namun, dari ke tiga daerah ini, yang paling lengkap syarat administratif dan kesiapannya yakni di Kabupaten Mimika. Jadi, untuk hal ini maka Provinsi Papua Tengah nantinya beribu kota di Timika.

Bupati saat dijumpai pojokpapua.com di Hotel Grand Mozza, Rabu (8/9) mengatakan, untuk kepentingan Tahun 2022, nantinya keluar Undang-Undang untuk hal ini. Dan tahun 2023 sudah keluar karateker dengan agenda Pemilu pada tahun 2024 yang sudah sudah bisa memungkinkan Papua Tengah mempunyai Gubernur defenitif. Kita juga tahun 2022 ini satu kali dianggarkan untuk KPU dan Bawaslu Papua Tengah. Anggaran untuk KPU dan Bawaslu Papua Tengah ini akan dianggarkan satu kali untuk pemilihan Anggota DPRD Papua Tengah.

“Satu kali nanti kita anggarkan biar di anggaran 2022 (APBD Perubahan) itu nanti yang kita anggarkan supaya serentak jalan. Jadi itu resmi nanti tahun 2023,” jelasnya.

Sementara untuk sarana dan infrastruktur penunjang keberadaan Papua Tengah, sebut Bupati Omaleng daerah kini juga terus mempersiapkan aset-aset apa saja yang akan dihibahkan kepada provinsi. Salah satunya kata bupati adalah tanah untuk pembangunan kantor gubernur. Kantor-kantor yang ada saat ini seperti Kantor Koperasi, kantor bagian akan dihibahkan kepada provinsi. Itu adalah salah satu syarat dan kami juga sudah siap dokumen-dokumenya.

Disebutkanya, untuk Kantor Pusat Pemerintahan yang kini sudah dipasang plang nama Kantor Gubernur Papua Tengah itu memang direncanakan akan ada pembangunan kantor gubernur juga. Jadi, nantinya kantor bupati yang ada saat ini akan dialihkan kembali ke kantor bupati lama yang kini ditempati oleh Badan Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Aset itulah, kata bupati yang akan diserahkan ke provinsi Papua Tengah.

Adapun beberapa kabupaten yang akan masuk dalam provinsi Papua Tengah yakni kabupaten Puncak Jaya, Intan Jaya, Paniai, Dogiyai, Deiyai dan Nabire. Sesuai pertimbangan dari negara juga sebut Bupati bahwa di Nabire adalah rawan gempa sehingga penetapan provinsi Papua Tengah dengan ibu kota di Timika ini sudah sangat tepat. Timika bisa membangun gedung yang tinggi, membuat sentra kereta api, jalan tol, tol laut. “Semua lengkapnya di Timika, sehingga negara bilang setuju di Timika,” imbuhnya. (*)

Penulis: Sitha
Editor: Maftukin
  • Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.